ads

Slider[Style1]

Kab. Bekasi

Ragam Bekasi

Kota Bekasi[OneRight]

Pendidikan Bekasi

Budaya Bekasi

LPPNRI DPK Bekasi Berperan Aktif Control Kebijakan Pemda

Bekasi Global Post
Sarip, Sekretaris LPPN-RI DPK mengatakan, Kota Bekasi tumbuh dan berkembang menuju Kota Metropolitan, saat ini Bekasi dikategorikan sebagai Kota Metropolitan. Satu sisi yang patut kita syukuri sebagai sebuah kemajuan, karena dengan klasifikasi ini maka Bekasi telah tumbuh menjadi Kota dengan pertumbuhan ekonomi yang positif.

Namun  predikat Kota Metropolitan ini bukan tujuan akhir berdirinya Bekasi, kita boleh berbesar hati sebagai spirit untuk bekerja lebih keras lagi, kita juga perlu cermati bila masih banyak persoalan-persoalan urban yang harus kita carikan solusinya, yang perlu kita sepakati bersama bahwa tujuan akhir kita adalah terciptanya kesejahteraan bagi segenap warga  masyarakat Kota Bekasi. 

Masih kata Sarip, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) sebagai sarana untuk menyalurkan aspirasi, pendapat dan pikiran bagi masyarakat warga Negara Republik Indonesia, mempunyai peranan yang sangat penting dalam meningkatkan keikutsertaan secara aktif seluruh lapisan masyarakat dalam rangka mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa, menjamin keberhasilan pembangunan Nasional sekaligus menjamin tercapai tujuan Nasional berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Masyarakat yang adil dan makmur, LSM harus menjadi mitra pemerintah dalam membangun masyarakat kearah yang lebih baik dan berperan menjadi  external control terhadap kinerja pemerintah sebagai penyelenggara Negara, maupun pelayanan publik.

Sebagai social control yang aktif terhadap kebijakan-kebijakan Pemda, dan membina, menggalang seluruh potensi untuk turut serta memantau, Pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) agar bertanggung jawab dalam kinerja yang di embannya, untuk mewujudkan Insan Pejabat yang bersih dan berwibawa, juga turut serta secara aktif untuk menciptakan kepastian hukum dalam berbangsa dan bernegara, kata Sarip, Sekretaris LPPN-RI DPK Kota Bekasi kepada Global Post.

Usai menghadiri Acara Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Bekasi, dalam rangka pengucapan sumpah janji Anggota DPRD Kota Bekasi Periode 2014-2019. Di kediaman Heri Perani, SH di komplek Perum Kemang Pratama, Anggota DRPD dari Fraksi Demokrat Kota Bekasi yang baru saja dilantik. Dalam kesempatan ini kami pengurus LPPN-RI DPK Kota Bekasi mengucapkan selamat atas dilantiknya  Anggota DPRD Kota Bekasi periode 2014-2019. Semoga sukses menjalankan Amanah.

Sementara itu dijelaskan, OK Fahrial Iswani (Rizal) ketua Dewan Pimpinan Kota Bekasi Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara Republik Indonesia (DPK-LPPN-RI) salah satu LSM yang ada di Kota Bekasi, selalu mendapatkan pembinaan dan pengembangan Anggota dari LPPN-RI DPN, dalam usaha mewujudkan tujuan organisasi, menghadirkan narasumber dari berbagai unsur Pemerintahan, diantaranya Kementerian dan Reformasi Birokrasi, Kementerian Dalam Negeri, Polri, Kejaksaan Agung, Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK), Mahkamah Agung (MA) dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Acara ini untuk meningkatkan profesionalitas, efektivitas, serta akuntabilitas dalam pelaksanaan pemantauan terhadap aparatur penyelenggara Negara yang ada di Kota dan Kabupaten, dijelaskan ketua LPPN-RI DPK Kota Bekasi, Rizal.

Masih dijelaskan Pemuda yang sering disapa Rizal. Mengingatkan Undang-undang NO. 14 tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP). PERPRES NO. 54 tahun 2010 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah jo PERPRES NO. 70 tahun 2012 perubahan kedua atas PERPRES NO. 54 tahun 2010 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah yang mengatur tentang Etika dan Prinsip-prinsip Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah, PP NO. 68 tahun 1999 Tentang Penyelenggara Negara yang bersih.


Dengan pelaksanaan pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah yang mempergunakan dana APBD/APBD-Provinsi. lembaga kami ada kewajiban membuat laporan kegiatan tersebut, maka kami mengadakan Pemantauan realisasi pengadaan Barang dan Jasa yang dilaksanakan Pemda, kata Rizal, mengakhiri perbincangan dengan Global Post. (AG)

Warga Kp Blokang Gotong-royong Menambal Jalan Berlubang

Sukatani, Bekasi Raya Pos
Warga Kp.Blokang  berinisiatif untuk memperbaiki jalan rusak dan berlobang  yang berada di jalur jalan arternatif  Pilar-Sukatani,  tepatnya di kp Blokang Rt.02/01, Desa Karang Sentosa, Kecamatan Karang bahgia, Kabupaten Bekasi.

Jalan yang berlobang tersebut ditambal dengan menggunakan cir beton manual, dana swadaya warga, kini telah selesai di perbaiki serta bisa di gunakan kembali oleh penguna kendaraan baik roda dua maupun roda empat.

Sebelum di tambal oleh warga, banyak penguna jalan yang sering kecelakan terutama pengendara  roda dua, karena jalan berlubang, apa lagi jika malam, dimana jalan gelap banyak pengguna kendaraan terjerembab di lubang jalan tersebut.

Selama setahun ini kecelakaan yang di akibatkan jalan yang rusak dan berlobang sudah memakan korban jiwa ,  akhirnya warga sekitar secara gotong royong memperbaiki jalan tersebut yang di bantu juga dengan pihak dinas yaitu Cabang Dinas Bina Marga UPTD Wilayah III.

Wiwin, warga yang tempat tingalnya dekat dengan jalan yang rusak tersebut mengatakan, “  warga merasa prihatin dengan adanya jalan yang rusak ini, sudah banyak yang kecelakaan bahkan ada juga yang meninggal dunia selama setahun ini, makanya warga berinisiatif serta gotong royong memperbaiki jalan ini, supaya nantinya tidak ada lagi yang jatuh atau tabrakan yang di akibatkan rusaknya jalan.” ujarnya

Asep, pengguna kendaraan sepeda yang melintas di jalan tersebut, mengatakan  ” saya merasa berterima kasih terhadap warga yang sudah menambal jalan yang berlobang,untuk keselamatan pengguna jalan seperti saya yang mengendarai sepeda motor”tandasnya.


Seharusnya Pemda Kabupaten Bekasi, memberikan aspresiasi yang di lakukan oleh warga,yang berinisiatuf memperbaiki jalan, dengan segera memperbaiki sisa jalan yang masih banyak rusak di jalur Pilar Sukatani. (way)

Air Limbah Mencemari Lahan Pertanian

Sukakarya,Bekasi Raya Pos
Air limbah hitam mencemari persawahan seperti yang terlihat di saluran  irigasi pengairan,didesa Sukakarya ,Kecamatan Kabupaten Bekasi,air  yang merupakan vital bagi tanaman, kini tercemar yang akan  mengurangi produktifitas padi, akibat air yang mengaliri sawah tersebut tercemar limbah.

Menurut petani yang sempat di mintai komentarnya mengatakan “ air di irigasi sawah kini , karena limbah, saya kawatir akan mengganggu pertumbuhan padi”ujarnya

Selain irigasi pengairan sawah yang tercemar, kali di desa Sukaindah yang berada di RT.10/04 , juga tercemar limbah,air nampak hitam tercemar limbah.

Kepada Bekasi Raya Pos, M.Nur, Sekdes Desa Suka Indah mengatakan “sudah bukan rahasia umum lagi, limbah mencemari kali dan pengairan sawah sudah berlangsung lama, kini sampai sekarang belum ada penanganan dari dinas terkait “ujarnya.


Pencemaran Lingkungan memang merupakan momol bagi masyatakat, namun hingga saat ini penanganan permaslaahan tersebut belum juga teratasi,di harapkan instasi terkait untuk segera cros cek kebawah di mana banyak kali dan irisgasi pengairan yang tercemar limbah. (Asep)

TPU Masih Lahan Produktif Masyarakat Berharap TPU Sukakarya Segera di Fungsikan

Sukakarya, Bekasi Raya Pos
Seiring berkembangnya Kabupaten Bekasi,maka banyak perumahan yang berdiri  akan tetapi berkembangnya Kabupaten Bekasi dan banyaknya perumahan yang di dirikan oleh developer,menjadi permasalahan bagi warga pendatang yang menetap di Kabupaten Bekasi, dengan menempati (membeli) Perumahan,karena warga masyarakat yang menempati perumahan, jika ada keluarganya meninggal,kebingungan untuk menguburkan (memakamkan Jenasah), pasalnya Tempat Pemakanman Umum (TPU) yang disediakan oleh developer (pengembang), sebagai lahan untuk TPU tersebut, masih menjadi lahan produktif yang ditanami padi oleh masyarakat.

Kini warga perumahan mempertanyakan kepada Pemda Kabupaten Bekasi, tetantang lahan TPU yang disediakan oleh pengembang yang masih menjadi lahan produktip dan menginginkan segera di fungsikan menjadi lahan Tempat Pemakaman Umum (TPU).

Lahan TPU yang berada di Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi, yang berlokasi di Desa Sukaindah, Kp.Pulo Glatik Rt.10/04, yang sekarang telah berganti menjjdi RT.03/04,tanah seluas 42 Ha, yang di beli oleh dua pengembang perumahan Delta Mas dan Grand Wisata, sampai kini belum di fungsikan sebagai lahan TPU,dan masih menjadi lahan produktip yang di garap oleh masyarakat setempat untuk bercocok tanam padi.

Menurut M.Nur, Sekdes Sukaindah ,lahan TPU yang dibeli oleh dua pengembang yaitu grand wisata dan Delta Mas, seluas 42 Ha,keberadaan fisik tanah masih berdasarkan nama pemilik,berdasarkan SPPT yang setiap tahunnya  oleh penggarap  untuk membayar pajak, yang berjumlah 42 orang penggarap dan sampai kini lahan tersebut masih menjadi lahan produktif.

“dari tahun 2006 tanah seluas 42 Ha, yang dibeli oleh dua pengembang belum difungsikan sebagai Tempat Pemakaman Umum,dan disewa garap oleh masyarakat desa setempat, yang hasil dari sewa tersebut digunakan untuk kepentingan social, mengenai status tanah lahan TPU itu yang tahu Pemda Kabupaten ”ujar Sekdes.

Ketika Bekasi Raya Pos, mengecek lokasi lahan yang akan digunakan untuk Tempat Pemakaman Umum (TPU), di Kp.Pulo Glatik, RT.10/04, yang sekarang telah berubah menjadi RT.03/04, memang lahan tersebut masih berupa lahan produktif yang di tanami padi oleh para penggarap.

Jalan yang menuju lahan TPU juga masih jalan batu kapur, walau sebagian jalan di pintu masuk telah di coor, tapi jika  dilihat dari areal lahan TPU ,yang di lintasi oleh kali sangat tidak mungkin lahan tersebut dapat segera di fungsikan, karena menurut warga setempat  untuk di fungsikan menjadi TPU, membutuhkan banyak fasilitas pembangunan, seperti pelebaran jalan, pembuatan jembatan dan pengurugkan areal sawah seluas 42 Ha, yang akan di jadikan Tempat Pemakaman Umum (TPU).

“wah masih lama kali di fungsikan untuk TPU, karena lahan yang akan di jadikan masih berupa lahan sawah yang masih produktif, jika mau di fungsikan harus di urug dahulu, selain itu juga membutuhkan fasilitas jembatan dan pelebaran jalan”ujar watga RT,10/04, yang sempat Bekasi Raya Pos minta komentarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sukaindah,yadi dan ketua RT.10/04 ,Juban ,belum dapat di mintai komentarnya, karena Kepala Desa dan RT, saat Bekasi Raya Pos menemuinya di kantor desa dan di rumah RT, tidak berada di tempat. “Kepala desa sedang menjenguk istrinya yang tengah sakit “ ujar Sekdes.


Diharapkan Pemda Kabupaten Bekasi, segera memfungsikan lahan TPU yang berada di Kecamatan Sukakarya, mengingat warga perumahan yang nota bone telah di sediakan oleh pihak pengembang untuk memakamkan sanak keluarganya jika meninggal dunia, kini kesulitan karena lahan TPU masih berupa lahan sawah produktip. (Rhagil)

Jalan Jalur Pilar Sukatani Rusak dan Berlubang

Sukatani, Bekasi Raya Pos
Akibat jalan rusak mengakbiatkan Sering terjadinya di jalur jalan Sukatani yang tepatnya di Kp.Blokang Rt.02/01 Desa Karang Sentosa, Kecamatan Karang bahagia, Kabupaten Bekasi, jalan rusak dan berlobang, terjadi di beberapa titik diantaranya, Kp.Blokang, Sukmantri, depan Perum Sukaraya dan warung pojok/sungai alam. Jika di biarkannya dan tidak segera di perbaiki oleh Pemda Kabupaten Bekasi,  Khususrsnya Dinas Bina Marga, maka  dikawatirkan jalan rusak tersebut akan fatal
bagi pengguna jalan,yang akan memakan korban jiwa.

Saat dimintai keterangan Linda Warga, setempat mengatakan “jalan rusak dan penuh lubang, membuat warga sangat kawaitir karena sering terjadi kecelakaan  hampir setiap bulan pengndara  motor jatuh dan tabrakan,padahal kami sudah sering menambal  lubang dengan tanah dan batu kerikil, namun tidak bisa bertahan lama, karena jalan tersebut  jalan umum, yang sering di lalui mobil-mobil besar dengan muatan berat, untuik itu kami mengharapkan kepada Pemda Kabupaten Bekasi,agar segera memperbaiki jalan, agar tidak terjadi lagi kecelakaan yang memakan korban jiwa pengguna jalan  “ujarnya

Menurut Kepala Cabang Dinas , UPTD wilayaj III,Suhatmaji, untuk jalur pilar sukatani, memang masuk wilayah III, kalau dilihat dari wilayah tapi kalau untuk masuk ruas jalur jalan, masuknya UPTD wilayah IV.
“Dinas Binamarga akan secepatnya cek lokasi, untuk laporan ke Pemda Kabupaten Bekasi, agar laporan dan keluhan masyatakat di tanggapi ,dan segera dapat diperbaiki  jalan tersebut”jelasnya

Selain itu Dinas Binamarga akan croscek di setiap titik jalur jalan yang rusak dan berlobang, di jalur jalan pilar Sukatani,yang nantinya akan di perbauki dengan hotmix.

“jalan yang berlibang dan rusak, akan di cek setelah diketahui dan di setujui Pemda Kabupaten Bekasi,Dinas Binamatga, akan menambal sulam jalan tersebut dengan aspal/hotmix”tambahnya (Way)

Siswa SMPN 1 Cikarang Barat Kerasukan (Kesurupan)

Cikarang Barat, Bekasi Raya Pos
Sudah hampir satu minggu, siswa/I SMPN 1 Cikarang Barat, Kerasukan (Kesurupan),entah penyebab belum diketahui, tiba-tiba siswi kerasukan dan di tolong oleh guru pendidik.

Menurut siswa/I penyebab kerasukan ini belum di ketahui,karena secara tiba-tiba ada siswi yang kerasukan, siswi langsung tak sadarkan diri dan segera di tolong oleh para guru dan di bantu siswa.

“saya juga nggak tahu tiba –tiba saja teman saya kerasukan dan tak sadarkan diri,ini sudah terjadi hampir satu minggu”ujar siswa yang tidak mau di sebut namanya.

Sampai berita ini diturunkan Bekasi Raya Pos, belum dapat keterangan dari pihak sekolah SMPN 1 Cikarang Barat, perihal penyebab terjadinya kerasukan (Kesurupan) yang menimpa siswa/i

Untuk mengantisipasu hal-hal yang tidak di inginkan terpaksa para siswa/I di liburkan oleh pihak sekolah

“sekolah diliburkan untuk menghindati terjadinya kerasukan yang menimpa siswa/I”ujar sumber ( Antoni)

Gotong-royong Budaya Ciri Khas Bangsa Indonesia

Kedung Waringin Bekasi Raya Pos
Budaya gotong-royong merupakan budaya wujudnya nyata masyarakat, untuk kebersamaan dan persatuan, budaya gotong-royong menjadi ciri khas bangsa Indonesia yang harus di lestarikan, sehingga kebersamaan dan persatuan tetap terjaga dan tidak rentan dengan perpecahan.Gotong-royong yang dulu kerap dilakukan masyarakat adalah untuk bekerja sama (Kerja Bakti) untuk kepentingan bersama, seperti kerja bakti membersihkan lingkungan RT, RW, maupun Desa, membangun rumah warga dan bergotong royong saat  salah satu masyarakat dalam kedaaan tertimpa musibah.

Gotong-royong akan memudar apabila rasa kebersamaan mulai menurun dan setiap  pekerjaan tidak lagi terdapat bantuan sukarela, bahkan telah dinilai dengan materi atau uang.  Sehingga jasa selalu diperhitungkan dalam bentuk keuntungan materi, yang akibatnya rasa  kebersamaan makin lama akan semakin menipis dan penghargaan hanya dapat dinilai bagi mereka yang memiliki dan membayar dengan uang. Tampaknya untuk kondisi yang serba materi seperti ini jangan sampai terjadi, karena nilai-nilai kebersamaan yang selama ini dijunjung tinggi menjadi tidak ada artinya lagi (dikutip dari http://sosiologi.upi.edu/).

Menurut Kang Aef panggilan akrab Politisi dari PDI-P yang kini menjadi Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, budaya gotong_royong adalah budaya warisan nenek moyang,yang sering di utarakan oleh Bung Karno ,karena dengan bergotong-royong kita akan mampu melaksanakan pekerjaan  ataupun permasalahan dengan ringan, selain itu juga gotong-toyong juga menjadi tempat ajang silaturrahmi

“selain untuk kebersamaan dan kesatuan masyarakat, gotong-royong juga menjadi sarana silatuttahmi, karena kita ketahui sekarang banyak masyarakat yang kini telah mengabaikan gotong-toyong,sehingga rasa kebersamaan dan persatuan terlupa dan banyak masyarakat yang sesame tetangga tidak saling mengenal’ujarnya

Memang dirasa budaya gotong-royong mulai memudar dikalangan masyarakat, sehingga rasa keperdulian dan kebersamaan kini jarang terlihat,salah satu contoh adalah warga perumahan antar tetangga saja todak saling mengenal padahal hanya dibatasi dinding.

“dengan memudarnya rasa kegotong-royongan maka persatuan dan kebersamaan kita , akan memudar dan rentan dengan perpecahan dan perselisihan”tambah Kang Aef

Dulu masyarakat Kabupaten Bekasi, begitu kompak dan saling bergotong royong didalam kehidupan sehari-harinya, seperti masyarakat yang tertimpa musibah maka masyarakat datang dan bergotong-royong untuk membantu untuk membantu masyarakat yang terkena musibah, dan juga saat masyrakat membangun rumah maka masyarakat bersama bergotong-royong membantu pembangunan rumah,tapi kini diera sekarang rasa gotong-royong dan kebersamaan terlihat hamper memudar walaumasih ada juga kalangan masuayarakat yang terus melestarikan budaya gotong-royong.


“saya berharap kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bekasi, untuk terus melestarikan dan membangkitkan lagi rasa kebersamaan dan persatuan dengan budaya gotong-royong, agar kita tidak rentan dengan perselisihan dan perpecahan”tutupnya. (J.jamal.S)

Rawan KejahatanWarga Antispasi Pasang Portal di Gang Jalan

Cikarang Barat Bekasi Raya Pos
Akhir-akhir ini kejahatan berupa pencurian  motor, hewan burung peliharaan di Perum Telaga Murni, Kecamatan Cikarang Barat meningkat, belum lama ini terjadi peristiwa tewasnya maling motor yang dihakimi warga Desa Telaga Murni.Untuk mengantisipasi kejahatan yang mulai meningkat di Perum Telaga Murni, maka warga berinisiatif untuk membuat portal di gang-gang yang berada di Perum Telaga Murni.

Sepertri yang terlihat di beberapa gang yang berada di Perum Telaga Murni,di Rt 006/05 beberapa gang kini telah dipasangi portal, guna mengantisipasi kemananan yang sering terjadi di Desa Telaga Murni, khususnya di Perum Telaga Murni.

Ondih salah satu staf RW 05, pada Bekasi Raya Pos mengatakan “guna mengantisipasi keamanan kami warga sepakat, untuk membuat portal di setiap gang yang berada di lingkungan RW 05, karena kami sangat prihatin dengan kejahatan pencurian yang kerap terjadi di lingkungan Perumahan Telaga Murni.

Portal dengan panjang 6 meter dan tingga 1 meter dari besi baja, dibuat oleh warga dengan swadaya, di buatnya portal diharapkan kemanan dapat lebih terjaga meski ada juga kemanan yang berjaga malam hingga pagi.


“meski di setiap RT dijaga oleh kemanan dari malam hingga pagi, namun portal ini dibuat untuk lebih menjaga kemanan, portal di tutup dari pukul 23.00 WIB dan di buka pada pukul 5.30 pagi”tutupnya. (Wan)

Kafilah Tambun Utara Meraih Juara Umum MTQ Ke-46 Tingkat Kabupaten Bekasi

Tambun Utara, Bekasi Raya Pos
Masyarakat Tambun Utara tengah berbahagia pasalnya, para kafilah Tambun Utara yang diutus pada Musabaqoh Tilawatil Qur’an Ke-46 tingkat Kabupaten  Bekasi,berhasil meraih prestasi yang membanggakan sebagai juara umum.

Pengumuman juara sekaligus acara penutupan MTQ Ke-46 Tingkat Kabupaten Bekasi,saat di sebut Tambun Utara sebagai Juara umum maka gegap gempita teriakan penuh semangat memenuhi lapangan stadion mini menyambut kemenangan tersebut yang diungkapkan oleh masyarakat Tambun Utara.

Kepada Bekasi Raya Pos ,Camat Tambun Utara, Suharto Aryanto, mengatakan “ ini merupakan anugrah yang diberikan Allah SWT,dan saya sangat bersyukur dengan terpilihnya Kecamatan Tambun Utara sebagai juara umum pada MTQ ke-46 tingkat Kabupaten Bekasi,prestasi ini juga merupakan kebanggan bagi seluruh masyarakat Tambun Utara”ujarnya.

Lebih lanjut Camat juga menuturkan” keberhasilan kafilahnya meraih juara umum,berkat kerja sama seluruh masyarakat dan pembinaan para qoti dan qoriah di pomdok pesantren yang berada di Kecamatan Tambun Utara,sehingga Tambun Utara mendapatkan prestasi puncak sebagai juara umum”tuturnya,


Dengan berakhirnya acara MTQ ke-46 Tingkat Kabupaten Bekasi (12/9),diharapakan akan lahir qori dan qoriah yang handal dan mampu mempu membawa nama baik Kabupaten Bekasi pada ajang MTQ tingkat Provinsi Jawa Barat, selamat atas terpilihnya Tambun Utara sebagai Juara Umum, semoga prestasi ini akan terus di pertahankan pada MTQ berikutnya. (YUS)

Top