Posted by Bekasi Raya Pos on Selasa, April 22, 2014 in
Pesta Demokrasi pemilihan Calon Legislatif telah dilakukan masyarakat Kabupaten Bekasi pada 9 April 2014 lalu, untuk memilih Calon Wakil Rakyat yang akan mewakili masyarakat Kabupaten Bekasi di DPRD Kabupaten Bekasi. 


Dalam pencalonan Legislatif (Caleg) tersebut, “Supriyatna Hadi Saputra,SE  diusung oleh Masyarakat Cabangbungin sebagai Putra Daerah untuk menduduki Kursi DPRD Kabupaten Bekasi dari Partai PDI-P, untuk wilayah Dapil V, Kecamatan Kedung Waringin, Pebayuran, Sukakarya, Sukatani, Cabangbungin dan Muara Gembong, yang direkomendasi oleh Ketua  Dewan Pimpinan Cabang PDI-P, H.Jejen Sayuti.
 
Saat ditemui Bekasi Raya Pos , Supriyatna Hadi Saputra,SE mengatakan, “ Saya sampai saat ini belum dapat mengetahui hasil suara, yang tertera di lembaran C-1, sebagai hasil peraihan suara saya di TPS-TPS, yang berada di empat Kecamatam Dapil V, yaitu Kecamatan, Kedung Waringin, Pebayuran, Sukakarya dan Sukatani, yang saya duga telah di gelembungkan, Aep Saepulrohman,B,Sc  karena semua  Form C -1 di pegang oleh Aep Saepulrohman,B,Sc , caleg nomer urut satu yang menjabat Sekretaris DPC PDI-P. dan saya tidak dapat melihat hasil peraihan suara saya sampai saat ini ” ujarnya 
Supriyatna Hadi Saputra,SE menjelaskan, Pencalonannya sebagai Calon Legislatif di Partai PDI-P ini adalah permintaan dari PAC, DPC, yang direkomendasi oleh H.Jejen Sayuti sebagai Ketua DPC PDI-P Kabupaten Bekasi, pencalon diri saya di dapil V, juga ada Aep Saepulrohman,B,Sc selaku Sekjen PDI-P. 

Supriyatna menambahkan, bahwa dirinya tidak mengerti dengan partai dan bukan orang partai karena semua ini ditunjuk oleh partai dan diusung oleh partai PDI-P, dengan melonjaknya suara partai PDI-P di dapil V, 

“ Berkat saya mencalonkan sebagai caleg PDI-P, suara di Dapil V, naik dan memperoleh satu kursi, sedangkan suara Aep Saepulrohman berada di urutan ke dua dibawah saya .namun kenyataannya hasil perhitungan rapat pleno KPUD Bekasi, suara saya berada di bawah Aef ” ujarnya. 

Supriyatna menegaskan,sampai saat ini tidak dapat mengetahui / melihat hasil peraihan suara yang tertera di Formulir C-1, maka diduga Aep Saepulrohman mengelembungkan suaranya.

“ Formulir C-1 dipegang oleh Aep Saepulrohman, saya tidak melihat atau mengetahuinya , sehingga menduga suara Aep Saepulrohman dimanipulasi dan suara di gelembungkan, seharusnya Formulir C-1 saya dapat melihat dan mengetahui, sebagai Caleg Partai PDI-P.”tegasnya. 

Dalam Surat Keputusan DPP.No.4860/IN/DPP/IV/2014 yang isinya: Bagi semua Caleg dilarang memindahkan Suara Partai menjadi Suara Caleg, dikarenakan itu bentuk penghianatan terhadap Partai. Apabila diketahui memindahkan suara partai menjadi suara Caleg, maka yang bersangkutan akan dikenakan sangsi tidak diproses pelantikannya, apabila sudah terlanjur dilantik maka akan di PAW.

“ Atas dasar surat itulah saya berharap keadilan sebagai kader PDI-P dan caleg dapil V, yang merasa telah di curangi. Kalau memang saya dapat melihat formulir C-1 dan suara saya kalah dari Aep Saepulrohman, saya legowo dan menerima kekalahan “ tandasnya 

Disisi lain kekecewaan para pendukung Caleg Supriyatna Hadi Saputra,SE  No.V PDi-P Dapil V , mengharapkan DPP dan DPD serta DPC  Kabupaten Bekasi, agar bijaksana dalam mengambil keputusan dan menentukan bakal wakil rakyat dapil V, agar permasalahan ini tidak berimbas kepada peraihan suara pada tahun mendatang.

Seperti yang di katakan oleh Nawasus, pendukung Caleg Supriyatna Hadi Saputra,SE   pada Bekasi Raya Pos “ saya sangat mengharapkan komponen PDI-P, agar bijaksana dalam mengambil keputusan dan melihat hasil yang relevan penghitungan suara, agar mengetahui suara caleg siapa yang terbanyak dan terpilih menjadi wakil rakyat di Dapil V, yang saya yakini caleg nomer V dari Dapil V , yaitu Supriyatna Hadi Saputra,SE meraih suara terbanyak” ujarnya ( Julham )






Merebut Kursi Panas DPRD Kabupaten Bekasi Supriyatna VS Sekjen PDIP
Posted by Bekasi Raya Pos on Selasa, April 22, 2014 in
Cikarang Timur, Bekasi Raya Pos

Sungguh ironis jika melihat nasip para petani di Kabupaten Bekasi,sudah mengeluarkan biaya  cukup besar buat membeli bibit padi dan juga pupuk,namun hasil yang di dapat malah merugi dan tidak sesuai dengan yang di harapkan.   


Seperti yang di alami oleh para Petani di wilayah Cikarang Timur Kabupaten Bekasi baru- baru ini, bahwa hasil panen kali ini benar- benar sangat merugikan petani,pasalnya selain kerugian tersebut diakibatkan oleh hama dan juga cuaca extrim yang tidak menentu sehingga padi mati dan membusuk yang mengakibatkan rumput liar tumbuh subur diareal sawah,hal seperti itu justru tidak lantas mendapat perhatian dari pemerintah setempat ataupun pemerintah daerah,untuk mencarikan solusi yang tepat buat para petani.


Dari hasil Panen yang biasanya bisa mencapai keuntungan hingga jutaan rupiah, kini hanya tinggal sepertiga persennya saja ,namun akibat banyaknya hama sehingga panen kali tidak bisa dinikmati oleh para petani dan petani pun merugi hingga puluhan juta rupiah.


Menurut keterang Sarta salah satu petani yang memiliki sawah di Desa Tanjung Baru dan Jati Baru, bahwa " biasanya setiap panen satu hektarnya bisa mencapai 6 Ton bahkan bisa lebih,namun panen kal ini hanya bisa mencapai 1 ton saja, hal ini disebabkan oleh cuaca exrim dan yan paling parahnya lagi di sebabkan oleh hama Sudep sehingga padi  menjadi beluk(gabuk-red


Walaupun kami sudah melakukan pencegahan,lanjut Sarta, dengan melakukan penyempretan dan penaburan puradan serta orea,tetap saja hama tersebut sulit dibasmi,untuk itu kami sebagai petani berharap kepada pemerintah daerah untuk segera mengatasi masalah ini,agar para petani tidak lagi di rugikan dan saya berharap agar pemerintah mau turun tangan memberikan bantuan berupa bibit dan pupuk untuk meringankan beban para petani menyambut musim tanam berikutnya, dan bila tidak maka banyak petani yang akan menganggur. 


Terpisah,Rasmadi salah satu petani di wilayah jati baru juga menyayangkan kegagalan panen kali ini belum Juga mendapatkan perhatian husus dari pemerintah daerah,seharus pemerintah tidak hanya duduk diam dan harus segera mencarikan solusi yang tepat,agar permasalah yang dihadapi oleh petani saat ini bisa teratasi, tahun lalu pemerintah masih memberikan bantuan kepada petani-petani kecil seperti saya ini,tapi kenapa sekarang bantuan dari pemerintah mlah tidak ada sama sekali, apakah program bantuan buat para petani itu sudah tidak ada,atau memang masih ada tetapi tidak sampai ketangan para petani,keluhnya. (R4Y)

Posted by Bekasi Raya Pos on Selasa, April 22, 2014 in
Kedung Waringin, Bekasi Raya Pos

Adanya pengerjaan  pemasangan jaringan pipa milik PDAM Tirta Bhagasasi yang dikerjakan oleh rekanan PT. Tri Citra Cipta Patriot, diduga belum mengantongi ijin, dan tanah bekas galian berceceran di jalan.


“Pemasangan galian pipa PDAM disepanjang jalan utama Kerawang Bekasi, dengan panjang streking kurang lebih delapan kilo meter, dari titik Nol Kecamatan Kedung Waringin sampai Desa Waluya Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi,.  


Pengguna jalan juga merasa dirugikan dan terganggu dengan adanya galian tersebut, terlebih beberapa pekan lalu sebuah mobil dan sepeda motor terprosok kedalam lubang galian, selain tidak adanya rambu-rambu pemberitahuan pekerjaan proyek terhadap para pengguna jalan, dan juga banyaknya tanah bekas galian sampai menutup bahu jalan.



Soni, warga setempat  sering melihat pengendara  sepeda motor terperosok kedalam galian, “ Soalnya waktu itu hujan mungkin karena banyak tanah yang berceceran bekas galian dan akhirnya terjatuh dech “ ujarnya.


Masih kata dia, bukan sekali saja saya melihat kejadian tersebut, banyak pengguna jalan khususnya  sepeda motor sering terjatuh semenjak adanya proyek galian tersebut, karena tanah bekas galian sampai menutupi bahu jalan.


“ sebelumnya ada juga yang terjatuh , beruntung hanya lika-luka saja” imbuhnya.

Sementara itu baik pelaksana proyek PT. Tri Citra Cipta Patriot, maupun konsultan tidak ada dilokasi kegiata tersebut   berlangsung.


“Tanya kemandor saja mas, soalnya saya Cuma kuli,kata salah satu pekerja.

Hendra salah satu mandor kegiatan, saat ditemui, mengatakan, kapasitas saya hanya sebagai kepala kuli yang mengatur barang-barang serta kebutuhan lain untuk kebutuhan para pekerja.


Terpisah H. Ahmad Kosasih kepala DBMPSDA saat ditemui dikantor, mengatakan, ”saya sama sekali belum menerima laporan proyek galian pipa PDAM ”coba tanya ke Wasdal, ungkapnya. (SEP)  

Informasi Media Online Bekasi Raya Pos

Delicious Digg Facebook Favorites More Stumbleupon Twitter