Seputar Bekasi

Cabang Bungin, Bekasi Raya Pos – Kepedulian Babinsa Desa Pantai Harapan Jaya, didalam membantu para petani, diantaranya adalah menyiapkan lahan sawah di tempatnya bertugas.

Babinsa Desa Harapan Jaya, Serda Narto dan Koramil o3 / Cabang Bungin, mengatakan”saya sebagai babinsa yang dibantu oleh Koramil 03/cabang bungin berperan aktif membantu masyarakat petani didesa Panytai Harapan Jaya , dengan membantu menyiapkan lahan pertanian bagi masyarakat ini merupakan salah satu bentuk mendukung serta mensukseskan program pemerintah dibidang pertanian agar bisa berswasembada pangan secara nasional“ujarnya.

Peran babinsa sangatlah penting karena Ini merupakan salah satu bentuk kepedulian dan tanggung jawab kepada masyarakat dan babinsa berperan penting membantu petani dan pendampingannya untuk mempercepat dan meningkatkan hasil panen yang bagus sehingga petani bisa merasakan hasil yang maksimal.

Dengan adanya peran babinsa di daerah binaannya dan ikut andil membantu petani dan mendampingi pertanian sehingga bisa membantu program pemerintah untuk berswasembada pangan.

Para kelompok tani mengucapkan terima kasih kepada babinsa yg sudah bekerja keras untuk kesejahteraan masyarakat khususnya masyarakat petani  Desa Pantai Harapan Jaya.(Herman Btb)


Tambun Selatan, Bekasi Raya Pos – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Kabupaten Bekasi, dibantu oleh TNI dan Polri, melaksanakan pembongkaran bangunan liar di sepanjang kali malang tambun Selatan,  pasalnya bangunan liar tersebut mengganggu ketertiban dan keindahan.  


Pembongkaran bangunan dilaku kan pada , 13/09, sebanyak ratusan bangunan liar ditertibkan, dari jalur kalimalang jati mul ya, hingga jalur kalimalang tambun selatan, dengan menggunakan satu unit ekapator loader, dan satu unit damtruk.      
        

Menurut, Ka Satpol PP, Kab. Bekasi, Saat Mbj Nahor, ratusan bangunan liar tersebut ditertibkan, karena telah menggangu keinda han dan keteriban, sehingga harus ditertib kan.    
                               

“Kami dibantu TNI dan Polri melaksanakan , pembongkaran bangunan liar, dan pembongkaran ini berjalan dengan kondusif dan lancar tanpa ada perlawanan dari penghuni bangunan liar”ujarnya



Pembongkaran Bangunan liar berlangsung dari pukul 08.30, dengan mengerahkan ratusan satpol TNI dan Polri, diharapkan dengan ditertibkannya bangunan liar ini, masyarakat tidak lagi membangun bangunan liar disepa njang jalur kali malang yang menggangu ketertiban dan keindahan kabupaten Bekasi.Tambah Ka Satpol.  (Herman btb)
Pembangunan Infrastruktur Desa Telaga Murni Berkembang Pesat, Sejak Adanya Bantuan  Dana Desa APBN Pusat

Cikarang Barat, Bekasi Raya Pos – Sejak adanya Bantuan Dana Desa dari APBN Pusat, yang dicairkan ke seluruh Desa yang Berada di Indonesia, tak terkecuali Desa Telaga Murni, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, menerima bantuan Dana desa tahun 2017, maka se makin meningkat dan berkembang pembangunan infrastruktur desa, sehingga bisa meningkatkan taraf perekonomian masyarakat, karena sebelumnya jalan lingkungan yang rusak dan becek sehingga sulit untuk dilalui, maka dengan adanya bantuan APBN dari tahun 2015 hingga sekarang tahun 2017, kini jalan lingkungan menjadi bagus dengan pem bangunan jalan memakai kontruksi beton (COOR), sehingga tidak ada lagi jalan lingkungan yang rusak dan becek, sehingga masyarakat menyambut gembira adanya bantuan Dana desa dari APBN pusat yang direalisasikan desa telaga murni, untuk kepentingan masyarakat.   
                
      
Menurut Kepala Desa Telaga Murni, H. Sugandi, bukan hanya bantuan dari dana desa saja yang telah direalisasikan untuk pembangunan desa telaga murni, diantaranya bantuan dari bantuan Provinsi Jawa barat (Banprov), juga telah direalisasikan, sehingga kini Desa Telaga Murni menjadi Desa yang lebih maju dengan berbagai pembangunan.  
          
“Bantuan bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Pusat Maupun Provinsi, telah direalisasikan untuk pembangunan pagar desa dari bantuan Provinsi, pembangunan jalan lingkungan di RT yang berada di Desa Telaga Murni, berasal dari dana desa”ujarnya.  
                      
Kades melanjutkan, “saya berharap dengan pembangunan infrastruktur dari bantuan APBN Pusat, dapat lebih meningkatkan perekonomian masyarakat, serta masyarakat menjaga dan merawat  hasil pembangun an yang telah dilaksanakan, sehingga jalan lingkungan tidak hancur lagi dan dapat bertahan lama dengan kontruksi coor beton ”tutupnya. 

Hal senada juga dikatakan oleh warga lingkungan RT, desa telaga murni mengatakan
”saya sangat bersyukur atas bantuan dana desa yang telah direalisasikan oleh kepala desa sehingga kini jalan lingkungan di wilayah RT kami menjadi lebih baik”ukatanya. (jk)
Mustikajaya, Bekasi Raya Pos - Budaya seni topeng asli bekasi membutuhkan perhatian dari pemerintah daearah (Pemda Kab Bekasi), karena kebudayaan topeng betawi merupakan ciri khas budaya bekasi, yang kini masih digemari oleh masyarakat.      
                           

Seperti Group Seni Budaya Topeng, Sumber jaya Ely Kenjon Putri, dibawah pimpinan Kenjon, yang beralamat di Kp. Babakan , Desa Mus tikasari, Kecamatan Mustikajaya. kini masih tetap eksis untuk menghibur masyarakat dengan tema topeng yang mengangkat kehidupan masyarakat bekasi, akan tetapi keberadaan goup kini sangat memprrihatinkan, karena peralatan untuk menabuh topeng, seperti kenong, gong, rebab, dan gendang, kini mulai rusak dan berharap Pemda kab. Bekasi untuk membantunya mengganti peralatannya.  
                                        

“Hampir semua peralatan untuk topeng group saya mulai pada rusak, dan kenong juga mulai pada bolong” ujar Kenjon yang telah puluhuhan tahun menjadi seniman topeng, yang kini tel ah menjadi pemimpin group topeng  Sumberjaya Ely Kenjon Putri.   
                    

Hal senada juga di tuturkan oleh suparta, sebagai dalang wayang kulit, yang beralamat di Kp. Pangkalan Rt ,02/03 Desa Sukamekar, Kecamatan sukawangi, dan Boeng pemimpin tanji dor,  juga mengatakan “bahwa peralatannya untuk wayang kulit dan topeng telah rusak, namun hingga sampai saat ini belum dapat perhatian dari Pemda Bekasi”ujarnya. 
                            

Menurut Suparta dan Boeng, dia telah puluhan tahun menjadi seniman wayang kulitakan tetapi belum pernah ada perhatian dari Pemda Kab. Bekasi.


“Saya berharap Bupati Bekasi mau memperhatikan keberadaan seniman topeng, tanjidor dan wayang kulit, dengan memberikan bantuan peralatan topeng dan tanjidor juga wayang kulit, sehingga kesenian asli Bekasi dapat berkembang maju”ujarnya. (RBJ Frans)